Cittcit's Blog

Tugas Bank dan Lembaga Keuangan Lain

pada 28 Februari 2010

Bank dan Lembaga Keuangan Lain

DANA PENSIUN

Disusun Oleh

Sri Minarti. N

2EA01

11208189

BAB I

PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang

Percepatan perubahan budaya tampak begitu terasa dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini. Begitu banyaknya perubahan interaksi sosial dalam masyarakat. Kalau pada masa dahulu, mendorong anak untuk mencapai keberhasilan hidup adalah juga berarti terjaminnya kesejahteraan orang tua di masa pensiun. Tetapi cobalah kita perhatikan apa yang terjadi belakangan ini, begitu banyaknya pasangan muda yang justru malah masih terus meminta dukungan orang tua dalam menopang kehidupan mereka termasuk juga bidang finansial.

Hal ini terjadi selain disebabkan oleh berat dan kompleknya persoalan yang mereka hadapi, juga perubahan bentuk dan cara menghargai orang tua. Sebagai contoh, kalau zaman dulu orang cenderung hidup bersama di rumah besar dengan orang tuanya, tetapi sekarang dengan rumah relatif kecil dan dengan waktu yang sangat terbatas di rumah, akan membuat kekurangnyamanan kedua pihak ketika orang tua tinggal di rumah anak. Sekarang orang tua cenderung tinggal sendiri di rumah ataupun di panti jompo. Tentu saja perubahan itu akan terus berlanjut yang akan mendorong kita semua untuk dengan serius mempersiapkan masa pensiun.

Pembangunan Nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya dan seluruh masyarakat Indonesia secara berkesinambungan sejak muda sampai lanjut usia. Masyarakat Indonesia dikenal dengan masyarakat agraris. Dengan semakin berkembangnya dan bertumbuhnya perekonomian, struktur ekonomi yang berintikan kekuatan industri dengan dukungan sektor pertanian menjadi tujuan. Dengan begitu terjadi pergeseran era, yaitu “Era Agraris” ke “Era Industrial”.

Pergeseran ini tentunya menimbulkan pergeseran nilai kehidupan masyarakat serta pola hidup maupun tingkah laku, yang mengimplikasikan harapan akan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Setiap orang tidak hanya memikirkan kesejahteraan di saat bekerja tapi juga memikirkan kesejateraan di masa tua atau pensiun.

Bergesernya pola kehidupan akibat globalisasi akan terus berlangsung. Di mana dahulu, orang tua kita merasakan bahwa sebagai balas budi, Anda sebagai anak harus menjaga dan menghidupi orang tua Anda di saat orang tua Anda tidak lagi produktif. Semua ini sudah semakin pudar.

Ditambah lagi, Pemerintah Indonesia belum bisa memberikan jaminan hari tua kepada seluruh masyrakat Indonesia yang telah masuk masa pensiun, sehingga Anda sekarang haruslah bertanggung jawab terhadap kehidupan Anda sendiri, baik di masa produktif umumnya dan masa pensiun khususnya.

I.2 Tujuan dan Manfaat

  1. Tujuan Dana Pensiun

Yang utama adalah menjaga kesinambungan penghasilan peserta pada masa pensiun sedangkan tujuan tambahan, karena ketentuan Undang-undang, adalah menjaga kesinambungan penghasilan peserta atau ahli warisnya apabila peserta menjadi cacat atau meninggal dunia sebelum pensi

  1. Manfaat Dana Pensiun

1. Bagi Peserta :

• Jaminan kesinambungan penghasilan

• Disiplin menabung

• Fasilitas pajak

2. Bagi Masyarakat :

• Mengurangi ketergantungan kelompok masyarakat tertentu pada kelompok yang lain

• Lebih mandiri

3. Bagi Pemberi Kerja :

• Mendorong upaya pemberdayaan masyarakat

• Sumber dana pembangunan

4. Bagi Negara :

• Mempertahankan pekerja yang berkualitas

• Faktor keunggulan dalam mendapatkan pekerja berkualitas

• Mengurangi kesan “membuang” pada saat terjadi pemutusan hubungan kerja

• Membantu pembentukan citra positif

• Membantu pengelolaan biaya pegawai

• Fasilitas pajak untuk pembiayaan pegawai

• Membentuk iklim kerja yang kondusif untuk peningkatan produktivitas dan keuntungan

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Dana Pensiun

Dana Pensiun (Pension Fund) merupakan badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun (UU 11 th 1992). Dana Pensiun juga didefinisikan sebagai “A institution that controls assets and disburses income to people after they have retired from gainful employment (David L Scott). Dana pensiun merupakan kewajiban moral bagi suatu perusahaan pemberi kerja yang telah memperoleh manfaat dari para pekerjanya untuk memberikan jaminan kelayakan hidup setelah ia pensiun dari bekerja. Disamping itu, dana pensiun dapat meningkatkan loyalitas dan dedikasi karyawan karena merasa perusahaan/pemberi kerja memiliki kepedulian terhadap nasib karyawannya.

Selain itu persaingan pasar tenaga kerja, sudah selayaknya perusahaan bersaing untuk memperoleh tenaga kerja terbaik dengan menawarkan manfaat tertentu pada karyawannya termasuk manfaat pensiun.

Dari sisi karyawan, dana pensiun dapat menumbuhkan rasa aman akan masa depannya. Selain itu, dana pensiun dapat dianggap sebagai kompensasi loyalitas dan dedikasinya pada perusahaan /pemberi kerja. Dana pensiun yang dibentuk atau diselenggarakan harus memenuhi asas-asas pembentukan dana pensiun, yaitu keterpisahan kekayaan dana pensiun dengan kekayaan badan hukum pendirinya, asas penyelenggaraan dalam sistem pendanaan, asas pembinaan dan pengawasan, serta asas penundaan manfaat.

II.2 Prinsip Penyelenggaraan Dana Pensiun

Undang-undang tentang Dana Pensiun yang merupakan landasan hukum pembentukan Dana Pensiun dan penyelenggaraan program pensiun mengandung asas-asas pokok sebagai berikut :

  1. Asas keterpisahan kekayaan Dana Pensiun dari kekayaan badan hukum pendirinya.

Asas ini didukung oleh adanya badan hukum tersendiri bagi Dana Pensiun, dan diurus serta dikelola berdasarkkan ketentuan Undang-undang. Berdasarkan asas ini kekayaan Dana Pensiun yang terutama bersumber dari iuran, terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat terjadi pada pendirinya.

  1. Asas penyelenggaraan dalam sistem pendanaan.

Dengan asas ini penyelenggaraan program pensiun, baik bagi karyawan maupun bagi pekerja mandiri, haruslah dilakukan dengan pemupukan dana yang dikelola secara terpisah dari kekayaan pendiri, sehingga cukup untuk memenuhi pembayaran hak peserta. Dengan demikian berdasarkan Undang-undang ini pembentukan cadangan dalam perusahaan guna membiayai pembayaran manfaat pension karyawan tidak diperkenankan.

  1. Asas pembinaan pengawasan.

Sesuai dengan tujuannya, harus dihindarkan penggunaan kekayaan Dana Pensiun dari kepentingan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya maksud utama dari pemupukan dana, yaitu untuk memenuhi pembayaran hak peserta. Dalam pelaksanaannya, pembinaan dan pengawasan atas investasi kekayaan Dana Pensiun.

  1. Asas penundaan manfaat.

Penghimpunan dana dalam penyelenggaraan program pension dimaksudkan untuk memenuhi pembayaran hak peserta yang telah pensiun, agar kesinambungan penghasilannya terpelihara. Sejalan dengan itu berlaku asas penundaan manfaat, yang mengharuskan bahwa pembayaran hak peserta hanya dapat dilakukan setelah peserta pensiun, yang pembayarannya dilakukan secara berkala.

  1. Asas kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk Dana Pensiun.

Berdasarkan asas ini keputusan membentuk Dana Pensiun merupakan prakarsa pemberi kerja untuk menjanjikan manfaat pensiun bagi karyawannya, yang membawa konsekuensi pendanaan. Dengan demikian prakarsa tersebut harus didasarkan pada kemampuan keuangan pemberi kerja. Hal pokok yang harus selalu menjadi perhatian utama adalah bahwa keputusan untuk menjanjikan manfaat pension merupakan suatu komitmen yang membawa konsekuensi pembiayaan, bahkan sampai pada saat Dana Pensiun terpaksa dibubarkan.

Melalui asas-asas yang terkandung dalam Undang-undang tentang Dana Pensiun tersebut, diupayakan untuk menyediakan suatu tata kelembagaan yang memungkinkan setiap anggota masyarakat, baik secara berkelompok maupun secara sendiri-sendiri, merencanakan dan mempersiapkan diri menghadapi saat datangnya hari tua atau bagi keluarganya dalam hal datangnya kejadian yang tidak terelakkan baik karena kematian maupun karena cacat, dengan membentuk atau ikut serta dalam Dana Pensiun.

II.3 Jenis-Jenis Dana Pensiun

1. Menurut sifat keanggotannya.

Dana pensiun terbuka dan tertutup

• Dana pensiun terbuka adalah merupakan suatu program perencanaan pensiun dengan tidak ada pembatasan keanggotaan dimana siapa saja dapat menjadi anggota dari dana pensiun terbuka ini. Misalnya dana pensiun yang dibuat oleh perusahaan asuransi.

• Dana pensiun tertutup adalah dana pensiun yang diperuntukkan untuk kalangan terbatas misalnya ditujukan hanya bagi karyawan pada suatu perusahaan atau kelompok perusahaan.

2. Menurut jenis kepemilikan perusahaan

Dana pensiun publik dan privat

• Dana pensiun publik adalah dana pensiun yang dikelola oleh perusahaan dana pensiun yang merupakan perusahaan publik yang terdaftar di bursa.

• Dana pensiun privat adalah dana pensiun yang dikelola oleh perusahaan dana pensiun yang merupakan perusahaan tertutup yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa.

Di Indonesia dikenal 2 jenis dana pensiun yaitu :

1. “Dana pensiun pemberi kerja”, yaitu dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan program pensiun bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap Pemberi Kerja;

2. “Dana pensiun lembaga keuangan” yaitu dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.

Dana pensiun yang dapat memberikan bantuan dana pensiun antara lain adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan ( DPLK ) yang menyediakan dana pensiunan bagi perusahaan maupun perorangan. Biasanya perusahaan yang menyediakan DPLK adalah bank atau lembaga asuransi. Anda dapat memilih salah satu penyelenggara dana pensiun ini dengan menyesuaikan sesuai kebutuhan dan kondisi Anda. Misal Manfaat dan Keuntungan yang dijanjikan oleh produk, Fasilitas penerimaan saat pensiun, perkembangan investasi dana pensiun yang Anda setorkan, Fasilitas pembayaran setoran yang tersedia, pilihan penempatan dana setoran yang disediakan, fasilitas keuntungan pajak, pelayanan nasabah, laporan keuangan perusahaan dan kondisi perusahaan.

II.4 Kepesertaan

  • Memperoleh salinan hasil pengawasan Dewan Pengawas atas pengelolaan Dana Pensiun
  • Tidak bersifat wajib
  • Tidak dapat mengundurkan diri atau menuntut haknya dari Dana Pensiun bila masih memenuhi syarat kepesertaan

a. Kewajiban Peserta

  • Membayar iuran kepada Dana Pensiun
  • Membuat pernyataan tertulis tentang kesediaannya dipotong gaji untuk membayar iuran pensiun tiap bulan
  • Mematuhi Peraturan Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya
  • Memberikan keterangan/data kepesertaannya termasuk mendaftarkan  suami/istri,anak dan pihak yg ditunjuk beserta perubahannya dengan lengkap dan benar dan sesuai bukti yang sah
  • Mendapatkan Manfaat Pensiun
  • Mengajukan wakilnya dalam Dewan Pengawas
  • Memperoleh pengumuman dari Pengurus mengenai perkembangan portofolio investasi dan hasilnya minimal 6 bln sekali

b. Hak Peserta

  • menyampaikan saran dan pendapat kepada Pendiri, Pengurus dan Dewan Pengawas mengenai perkembangan portofolio investasi dan hasilnya
  • Setiap karyawan yang termasuk dalam golongan karyawan yang memenuhi syarat kepesertaan dalam  Dana Pensiun yang didirikan oleh Pemberi Kerja, berhak menjadi Peserta apabila   telah berusia setidak-tidaknya 18 tahun atau telah menikah dan telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 1 tahun, pada Pendiri atau Mitra Pendiri

II.4 Pendanaan

a. Iuran Normal

  • Sumber utama kekayaan Dana Pensiun
  • Untuk mendanai bagian dari nilai sekarang manfaat pensiun yang dialokasikan pada tahun yang bersangkutan sesuai dengan metode perhitungan aktuaria yang digunakan

– Jenis Iuran Normal

1. Iuran Normal Pemberi Kerja

Dibayarkan oleh Pemberi Kerja & ditetapkan dengan perhitungan aktuaris

2. Iuran Normal Peserta

Dibayarkan oleh Peserta & ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun

b. Iuran Tambahan (khusus untuk Program Pensiun Manfaat Pasti)

Digunakan untuk mendanai defisit yang timbul

BAB III

KESIMPULAN

Salah satu prasarana yang mutlak dibutuhkan adalah “jaminan hari tua” atau pensiun. Jaminan hari tua pada hakikatnya adalah memberikan kesejahteraan di hari tua dalam time frame lanjut usia, yang akan dinikmati oleh mereka yang saat ini masih muda. Dan sudah sepantasnya para pensiunan mendapatkan kesejahteraan dalam bidang financial.

Program pensiun memiliki fungsi tabungan, karena selama masa program Anda diharuskan untuk membayar iuran. Dan program pensiun memiliki fungsi pensiun, karena manfaat yang akan diterima oleh peserta dapat dilakukan secara berkala selama hidup. Fungsi Asuransi. Penyelenggara Program Pensiun mengandung azas kebersamaan seperti halnya program asuransi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: